empat golongan orang yang masuk surga tanpa hisab
empat golongan orang yang masuk surga tanpa hisab
siang tadi sekitar setengah dua belas saya berangkat ke masjid untuk
jumat’an, saya berangkat setelah dengerin lagu “the titan” yang masuk
urutan ke 6 di MTV.. hehe. masjid itu letaknya berada di perkampungan sebelah.
gak jauh sih.. hanya di batasi tembok antara perumahan elite dengan perumahan
penduduk yang kira-kira seluas 4×6 m, terlihat kontras banget memang.
saat berjalan saya melihat sekumpulan anak kecil, mungkin sekitar 20-25 orang
sedang bermain tamiya dan seorang pedagang yang menyewakan lintasan tamiya tersebut.
sempat terpikir juga, kenapa pedagang itu tidak menyewakan lintasanya setelah
solat jumat selesai saja ya.. kalo dipikir-pikir g rugi juga kok, secara cuma
1 pedagang itu saja yang menyewakan lintasan, jadi kalopun dia menggelar daganganya
setelah jumatan juga anak-anak gak bakalan lari ke penjual lain kok.
ah.. g tau lah…!
setelah sampai masjid tersebut kemudian saya duduk nunggu dimulai. ternyata adzan
di masjid tersebut dua kali, berbeda dengan masjid di kampung halaman saya di Ngawi,jawa
timur yang cuma sekali saja, agak asing sih.. hehe.
setelah adzan pertama digunakan untuk solat sunnah baru kemudian kotbah dimulai setelah
adzan kedua.
pada kotbahnya kothib menjelaskan tentang orang-orang yang pertama kali masuk
surga tanpa hisab (saya g tau tulisan “hisab” yang benar seperti apa). ada 4 golongan
orang yang akan masuk surga tanpa hisab, yaitu ulama, orang yang mati syahid, dermawan,
dan orang naik haji tanpa melakukan perbuatan yang mengotori hajinya (haji mabrur mungkin
ya maksud kothib?).
lalu siapa dari ke empat orang tersebut yang pertama kali akan masuk surga?
di jelaskan oleh kothib tersebut bahwa ALLOH SWT mengutus malaikat jibril untuk menanyai
mereka berempat.
yang pertama malaikat jibril menanyai golongan syahid.
“apa yang membuat kamu pantas untuk masuk surga yang pertama kali?”
“saya terbunuh karena membela agama islam”
“lalu siapa yang mengajari kamu keutamaan mati syahid?”
“para ulama”
“kalo begitu ulama lah yang lebih pantas masuk surga pertama kali”
kemudian malaikat Jibril menanyai golongan haji.
“apa yang membuat kamu pantas untuk masuk surga yang pertama kali?”
“saya telah melaksanakan haji tanpa mengotorinya”
“lalu siapa yang mengajari kamu keutamaan ibadah haji?”
“para ulama”
“kalo begitu ulama lah yang lebih pantas masuk surga pertama kali”
kemudian malaikat Jibril menghampiri golongan ulama dan mengatakan bahwa
mereka berhak masuk surga yang pertama kali.
kemudian para ulama tersebut menjawab mereka tidak akan bisa mendakwahkan
ilmu-ilmunya tanpa bantuan para dermawan. jadi para dermawanlah yang paling
berhak pertama kali masuk surga.
seperti itulah kira-kira kotbah dari kotib jumat tersebut. terus terang ilmu agama
saya sangatlah dangkal. saya hanya mereview apa yang saya ingat di kotbah tersebut.
dialog-dialog tersebut tidak saya hafal secara persis, hanya intinya adalah seperti itu
(sejauh yang bisa saya tangkap). saya hanya ingin mengamalkan sedikit ilmu yang telah
saya dapat, bukankah Al’quran menganjurkan kita untuk membagi ilmu kita walo satu ayat?
(saya g tau ayat apa dan bunyinya apa..hehe..tapi saya yakin ada ayat sperti itu..)
lewat media inilah saya berharap dapat membagi sedikit ilmu saya, karena sangat kecil
sekali kan kemungkinan saya menyalurkan ilmu saya melalui media kotbah seperti kotib-kotib..
hehe..
secara sayakan g bgitu tau mslh agama..hihi.
jadi silahkan saja anda mengomentari ataupun mengoreksi kesalahan-kesalahan pada
apa yang saya tulis diatas, saya akan sangat berterima kasih tentunya.
setelah kotbah selesai kemudian dilanjutkan solat dua rokaat dan selesai, saya pulang dan
kemudian mencoba untuk menuliskan tulisan ini. sebenarnya nggak langsung nulis sih, tapi
nonton acara gita gutawa dulu..huehehe.. hebat banget ya dia, masih kecil gitu dah bisa
sehebat itu.. kpn gw bisa sehebat itu ya.. cekakaka */me ngayal*. congratz lah pokoknya.
original autohor:
HhAN
mail: h_h_a_n@yahoo.com
website: http://hhan.wordpress.com
lagi jalan2 eh ketemu rumah bagus…misi boleh ketok pintu?… eh ada bel…ting teng… minta ijin ngelink ya Bang … ekorku belum tumbuh panjang Bang
the70no
July 26, 2007 at 12:25 am
Alhamdullilah bos, ada peningkatan. biasanya jam 12 kurang seperempat baru berangkat solat jum’at klo di bandung.. ato krn beda waktu dhuhur nih ?
nuke
July 26, 2007 at 7:20 am
@the7ono
monggo masuk mas..mau minum teh ato air tajin . ehehe
silahkan aja boss.feel free .. ehehe
@nuke
ehehehe…. iya ya.. g tau juga tuh…soalnya dibandung sibuk
kuliahngegame dotA LOL.hhan
August 3, 2007 at 12:21 am
kAlo dErmaWan di tAnyA maLaIkaT tRus jaWaBnyA apa???
mUngKin jAwabnYa… kalo G di kasih do”A dari Hendra yanG ngeDo’a In para DerMawAn jaDi kaya, mUngKin paRa dErMawAn itu G biSa jadi pEnderma………….he…he… (Just InterMeZo…..BrooOOOOO)
Hendra Jaya Wardanu
October 24, 2007 at 4:17 pm
wah hati hati dengan cerita cerita semacam itu. Harus dicek kebenarannya.
kalo benar dan nyata memang terjadi kita imani. Tapi kalo gak hati2 ………….bisa bisa kita ( yang cerita ) jd menjadi bersalah.:D ! ya gak !ini masalah agama gak bisa dibuat main2..he.he………..So…….kita mesti extra hati hati.Kalo aku agak meragukab cerita itu nyata ta gak……..karena ilmu agama saya juga dangkal.Inti nya harus tahu perowinya…..ya mungkin hanya sebagai pengingat bagi kita aja ( termasuk saya sendiri ). Gimana??????OK!!!!!!!!!!!!!!!!!watawasoubilhak………………
joko
November 14, 2007 at 6:01 pm